Di tempat itu, kata Iqbal, EK mengajak korban untuk berhubungan badan. Namun, korban menolak karena hal itu tidak menyembuhkan ibunya.
“Setelah korban tiga kali berhubungan badan dengan EK, ibunya masih sakit stroke dan tidak ada perubahan,” ucap Iqbal.
Karena korban menolak ajakan untuk berhubungan badan itu, kata Iqbal, EK menarik korban yang sedang duduk di depan pondok, lalu membawa masuk korban ke dalam pondok. EK mengancam korban dengan mengatakan bahwa jika korban tidak mau berhubungan badan dengannya, ibu korban tidak akan sembuh dan ia akan membuat korban menjadi gila. Setelah mendengar ancaman itu, korban tetap tidak mau berhubungan badan dengan EK. Lantaran korban menolak, EK memperkosa korban dengan cara memaksa korban untuk tidur dan memegang tangannya.
Korban hamil
Meskipun telat datang bulan, kata Iqbal, korban tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk memastikan apakah ia hamil atau tidak. Namun, katanya, korban berfirasat bahwa ia hamil karena merasa badannya sering letih dan makin lama perutnya makin besar.
“Korban merasakan gerik-gerik dalam perutnya,” tutur Iqbal.
Iqbal mengatakan bahwa korban menyembunyikan kehamilannya dari siapa pun. Karena itu, katanya, tidak ada seorang pun yang mengetahui, bahkan keluarganya, bahwa korban sudah bunting.
Di sisi lain, kata Iqbal, setelah korban mengatakan kepada EK bahwa ia tidak lagi datang bulan, EK tidak lagi mengobati ibu korban. Menurut keterangan korban, EK seperti membuang muka jika bertemu dengan korban di jalan.
Karena kehamilannya sudah matang, kata Iqbal, korban melahirkan seorang bayi di rumahnya pada 23 Juli 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Ia mengungkapkan bahwa korban melahirkan sendiri di dalam kamarnya.
“Korban memotong tali pusar bayinya dengan cara menariknya hingga terpotong,” tutur Iqbal.


















