Akibat diamuk massa, kata Iqbal, EK babak belur: kepalanya robek dan berdarah, wajah bengkak dan memar, serta kelopak dan kantong mata hitam.
“EK sempat dirawat di rumah sakit akibat terluka diamuk massa tersebut. Kepalanya dijahit,” ujar Iqbal kepada Kabarminang.com pada Sabtu (26/9/2026).
Janjikan kesembuhan ibu korban
Iqbal menceritakan bahwa korban mengenal EK pada Juni 2025 sebagai dukun yang mengobati ibu korban yang sakit stroke. Ia menyebut bahwa EK juga berteman dengan ayah korban.
Pada Oktober 2025, kata Iqbal, EK datang ke rumah korban sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengobati ibu korban. EK melakukan pengobatan dengan memijat kaki dan tangan ibu korban. Kemudian, EK memberikan air minum kepada ibu korban sebagai obat.
Setelah mengobati ibu korban, kata Iqbal, EK berkata kepada korban bahwa ada ritual yang harus dilakukan untuk mengobati ibu korban: korban harus berhubungan badan dengan EK tiga kali.
“Kalau korban sudah berhubungan badan dengan EK tiga kali, EK mengatakan bahwa ibu korban akan sembuh,” ucap Iqbal.
Karena korban hanya terdiam mendengarkan syarat tersebut, kata Iqbal, EK meyakinkan korban dengan mengatakan bahwa ibu korban pasti sembuh kalau hubungan badan tiga kali tersebut ditunaikan.
Setelah mendengar jaminan dari EK, kata Iqbal, korban meyakini perkataan dukun tersebut dan setuju berhubungan badan. Ia menyebut bahwa korban setuju sebab memiliki harapan tinggi akan kesembuhan ibunya.



















