Atlet tersebut juga mengkritik perhatian KONI Sijunjung terhadap kondisi atlet selama pelaksanaan porprov. Ia menilai bahwa perhatian yang diberikan KONI belum sebanding dengan perjuangan atlet, terutama ketika mereka mengalami cedera atau sakit akibat pertandingan. Ia mengatakan bahwa kehadiran KONI lebih terlihat dalam kegiatan dokumentasi, seperti berfoto bersama atlet, dibandingkan memastikan kondisi atlet yang mengalami cedera atau sakit.
“Rasanya benar-benar tidak ada kepedulian kepada kami yang berjuang. Ketika butuh perhatian karena cedera atau sakit, kami berharap ada yang menanyakan kondisi kami, bukan hanya datang untuk berfoto,” katanya.
Ia mengaku merasa kurang mendapatkan perhatian bersama rekan-rekannya yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Sijunjung dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Atlet itu menegaskan bahwa penggantian uang pribadi bukan satu-satunya persoalan yang perlu diselesaikan. Ia juga meminta kepastian mengenai realisasi hadiah bagi peraih medali dan bonus yang dijanjikan.
Menurutnya, atlet yang telah berjuang dan meraih prestasi untuk daerah berhak mendapatkan kejelasan mengenai penghargaan yang dijanjikan. Ia berharap penyelesaian persoalan tersebut tidak berhenti setelah pertandingan berakhir.
Ia meminta KONI Sijunjung dan pihak terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab belum dibayarkannya penggantian biaya pribadi atlet dan pelatih, sekaligus menyampaikan kepastian pencairan hadiah dan bonus bagi peraih medali.
Atlet tersebut juga mengkhawatirkan kemungkinan hak para atlet tidak disalurkan sebagaimana mestinya. Ia berharap persoalan itu segera dituntaskan agar perjuangan atlet tidak berakhir dengan ketidakpastian mengenai biaya maupun penghargaan yang dijanjikan.



















