Sementara itu, kata Rusdianto, bonus yang bersumber dari pemerintah daerah belum memiliki kepastian mengenai besaran maupun waktu pemberiannya. Ia mengatakan bahwa penetapan bonus tersebut masih menunggu kesepakatan bersama antarkepala daerah di Sumatera Barat.
“Jumlah bonus dari daerah informasinya akan disepakati secara bersama oleh setiap kepala daerah di Sumbar. Terkait berapa nilainya dan kapan akan diberikan, kami masih menunggu kesepakatan pemerintah daerah,” tutur Rusdianto.
Rusdianto mengatakan bahwa KONI Sijunjung akan menyampaikan informasi resmi kepada atlet setelah besaran dan mekanisme pemberian bonus dari pemerintah daerah ditetapkan.
Sebelumnya diberitakan bahwa sejumlah atlet dan pelatih di Sijunjung yang mengikuti Porprov XVI Sumatera Barat 2026 mengeluhkan belum adanya kejelasan penggantian biaya yang mereka keluarkan menggunakan uang pribadi selama pertandingan. Mereka juga mempertanyakan realisasi hadiah bagi peraih medali dan bonus yang dijanjikan.
Keluhan tersebut disampaikan atlet yang meraih medali maupun yang tidak. Meski rangkaian porprov telah selesai, mereka mengaku masih menunggu kepastian pembayaran biaya yang telah dikeluarkan selama mengikuti kompetisi.
Salah seorang atlet peraih medali emas di Sijunjung, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan bahwa uang pribadinya yang digunakan selama mengikuti porprov hingga kini belum diganti.
Ia mengaku kecewa karena belum memperoleh kepastian mengenai penggantian biaya tersebut. Menurutnya, persoalan serupa juga dialami atlet dan pelatih lain yang terpaksa menggunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan selama pertandingan.
“Sampai sekarang saya masih berharap uang pribadi yang katanya akan diganti itu dibayarkan. Kami sudah berjuang membawa nama daerah, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya kepada Kabarminang.com pada Minggu (18/10/2026).



















