Selasa, Oktober 13, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Kabar Sumbar

Psikolog: Fenomena LGBT di Sumbar Mengkhawatirkan, Dipicu Fatherless hingga Konflik Orang Tua

Mengki Kurniawan
Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:45
in Kabar Sumbar
Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang – Ketua Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Sumatra Barat, Fitri Effendy menyebut bahwa perkembangan kasus LGBT di Sumbar saat ini sudah berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi penanggap dalam Webinar Internasional BP2DIM ke-III bertema Peranan ABS-SBK dalam Menangkal Maraknya LGBT dan Kerusakan Moral di Minangkabau yang digelar secara daring pada Sabtu (30/5/2026) mulai pukul 08.30 WIB.

Fitri Effendy yang juga memimpin perkumpulan Peduli Anak Nagari (PADAN) menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimpun organisasinya, laporan terkait penyimpangan seksual ini masuk hampir setiap bulan. Menurut pengalamannya mendampingi kasus ini selama 15 tahun, mayoritas perilaku LGBT tersebut dipicu oleh riwayat kekerasan seksual yang dialami korban di masa lalu.

“Kami menerima laporan kasus hampir setiap bulan. Jika diakumulasikan, jumlah kasus kekerasan seksual yang berujung pada perilaku LGBT ini bisa mencapai ratusan kasus setiap tahunnya di Sumatra Barat,” kata Fitri.

Lebih lanjut, Fitri Effendy membeberkan salah satu studi kasus berskala besar yang pernah ditanganinya di salah satu kabupaten di Sumbar untuk menggambarkan betapa masifnya ancaman ini. Dalam kasus tersebut, tercatat ada satu orang pelaku dewasa yang berhasil menyimpangkan dan menyodomi puluhan anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

“Saya pernah menangani langsung satu kasus besar di sebuah kabupaten di Sumbar, di mana satu orang pelaku tega mencabuli 68 anak. Korban paling muda bahkan baru berusia 1,5 tahun. Tragisnya, dari puluhan korban itu, empat anak di antaranya kini terdeteksi telah berubah menjadi pelaku atau predator baru,” ujar Fitri Effendy.

Melihat fakta di lapangan, Fitri Effendy menegaskan bahwa tren usia pelaku maupun korban LGBT kini telah mengalami pergeseran yang sangat drastis dan tidak lagi didominasi oleh kelompok usia remaja atau dewasa. Berdasarkan temuan terbaru di lapangan, perilaku penyimpangan seksual ini sudah merambah dan ditemukan pada anak-anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Taman Kanak-Kanak (TK).

“Isu LGBT ini sudah masuk ke tingkat SD dan TK. Seminggu yang lalu, kami menemukan lima kasus anak SD. Kronologinya, seorang anak kelas 5 SD menjadi korban dari orang dewasa, lalu dia menularkan perilaku salah tersebut kepada empat orang temannya yang masih duduk di kelas 1, 2, dan 3 SD,” ungkap Fitri Effendy.

Di hadapan peserta webinar, Fitri Effendy juga menerangkan kondisi psikologis dan medis dari para korban anak tersebut yang beberapa di antaranya sudah meniru aktivitas seksual orang dewasa. Dirinya mengingatkan agar masyarakat melihat fenomena pada anak ini dari kacamata medis, karena stimulasi pada area sensitif anak bisa merekam memori biologis yang berbahaya bagi perkembangannya.

“Dari lima anak SD yang kami dampingi kemarin, dua di antaranya bahkan sudah saling melakukan tindakan seksual. Secara medis, jika area sensitif anak sengaja diganggu atau dirangsang, itu akan menimbulkan sensasi tertentu bagi mereka, dan ingatan biologis inilah yang berbahaya jika dibiarkan,” tutur Fitri Effendy.

Terkait akar penyebab masalah, Fitri Effendy memaparkan hasil penelusuran psikologis yang menunjukkan bahwa kerapuhan ruang domestik atau keluarga menjadi alasan utama mengapa anak-anak sangat rentan terpengaruh arus LGBT. Berdasarkan analisis klinis, ada tiga faktor utama yang membuat anak mencari pelarian di luar rumah, yaitu kondisi fatherless atau hilangnya sosok ayah, keluarga yang retak (broken home), serta tingginya intensitas konflik antara orang tua.

“Anak-anak ini rentan terpengaruh karena mereka tidak mendapatkan ketenangan di rumah. Faktor utamanya adalah kurangnya perhatian dari sosok ayah, perceraian, atau orang tua yang sering bertengkar sehingga anak mencari kenyamanan yang keliru di luar rumah,” jelas Fitri Effendy.

Fitri Effendy memberikan imbauan keras sekaligus mengoreksi pola pikir orang tua zaman sekarang yang dinilainya sering kali lengah dan salah kaprah dalam mengawasi pertemanan anak. Dirinya meminta para orang tua di Minangkabau untuk tidak lagi merasa aman secara semu hanya karena anak mereka beraktivitas dengan sesama jenis.

“Dulu orang tua takut kalau anak laki-lakinya pergi dengan perempuan. Sekarang polanya harus diubah, orang tua justru harus sangat waspada jika mendapati anaknya hanya mau menghabiskan waktu dengan teman yang sesama jenis kelamin. Jangan abai, bentengi anak-anak kita sejak dini di dalam rumah,” pungas Fitri Effendy.


Tags: Fitri EffendyIPK Indonesiakekerasan seksual anakkeluargaLGBTMinangkabauPendidikan Anakperlindungan anakSumbarWebinar BP2DIM
ShareTweetPin

Berita Terkait

Dan Kodaeral II Pamit, Pariaman Berharap Kolaborasi untuk Masyarakat Pesisir Berlanjut

Dan Kodaeral II Pamit, Pariaman Berharap Kolaborasi untuk Masyarakat Pesisir Berlanjut

13 Oktober 2026
Pemkab Dharmasraya Tuntaskan Peningkatan Jalan Lagan Jaya–Sipangkur

Pemkab Dharmasraya Tuntaskan Peningkatan Jalan Lagan Jaya–Sipangkur

13 Oktober 2026
Pemko Padang Bentuk Tim Khusus untuk Fasilitasi Sertifikasi Halal dan Keamanan Pangan UMKM

Pemko Padang Bentuk Tim Khusus untuk Fasilitasi Sertifikasi Halal dan Keamanan Pangan UMKM

13 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Dulu Sebelum Beli

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Dulu Sebelum Beli

13 Oktober 2026
Wakil Wali Kota Padang Lantik 27 Pejabat, Tekankan Inovasi dan Integritas

Wakil Wali Kota Padang Lantik 27 Pejabat, Tekankan Inovasi dan Integritas

13 Oktober 2026
Erupsi Marapi Semburkan Abu hingga 2.500 Meter, Pengamat Ingatkan Ancaman Lahar

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Masyarakat Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer dari Puncak

13 Oktober 2026
Next Post
Video: Penemuan Mayat Pria Diduga Bundir di Tanah Datar

Video: Penemuan Mayat Pria Diduga Bundir di Tanah Datar

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Videonya Isap Sabu-Sabu Beredar, Janda Beranak Lima di Pesisir Selatan Dibawa Polisi

Videonya Isap Sabu-Sabu Beredar, Janda Beranak Lima di Pesisir Selatan Dibawa Polisi

7 Oktober 2026

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

Siswi SMK di Padang Panjang Tewas dalam Kecelakaan Mobil dengan Sepeda Motor

5 Oktober 2026

Remaja 14 Tahun di Bukittinggi Hilang Sejak 23 September 2026, Terakhir Pergi ke Warnet

Mayat Ditemukan di Ngarai Sianok Bukittinggi, Ternyata Remaja yang Hilang Sejak September

12 Oktober 2026

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah

Hendak Mencuri, Pemuda di Pesisir Selatan Cabuli Penghuni Rumah

8 Oktober 2026

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

Warga Keluhkan Pelayanan RS Paru Sumatera Barat, dari Salah Obat hingga Tabung Oksigen Jatuh

11 Oktober 2026

Warga Temukan Mayat Perempuan di dalam Rumah di Padang

Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan di Kamar Hotel di Padang

10 Oktober 2026

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

Tinggal Sendiri, Pria 72 Tahun di Pesisir Selatan Tewas di Rumah, 6 Anak di Jakarta

13 Oktober 2026

Berita Terkini

Banjir Luapan Sungai di Pesisir Selatan, 20 Warga Dilaporkan Terjebak

Banjir dan Longsor Terjang 7 Kecamatan di Pesisir Selatan, Status Tanggap Darurat Ditetapkan 14 Hari

13 Oktober 2026

Chelse Lexem, Mahasiswi UM Sumatera Barat Raih Medali Emas Karate Porprov Sumbar 2026

Chelse Lexem, Mahasiswi UM Sumatera Barat Raih Medali Emas Karate Porprov Sumbar 2026

13 Oktober 2026

Pura-Pura Jadi Pemulung, Seorang Pria Bobol Dua Rumah di Tanah Datar

Pura-Pura Jadi Pemulung, Seorang Pria Bobol Dua Rumah di Tanah Datar

13 Oktober 2026

Mahasiswa UM Sumatera Barat Raih Perunggu Wushu Porprov Sumbar 2026

Mahasiswa UM Sumatera Barat Raih Perunggu Wushu Porprov Sumbar 2026

13 Oktober 2026

Dan Kodaeral II Pamit, Pariaman Berharap Kolaborasi untuk Masyarakat Pesisir Berlanjut

Dan Kodaeral II Pamit, Pariaman Berharap Kolaborasi untuk Masyarakat Pesisir Berlanjut

13 Oktober 2026

Pemkab Dharmasraya Tuntaskan Peningkatan Jalan Lagan Jaya–Sipangkur

Pemkab Dharmasraya Tuntaskan Peningkatan Jalan Lagan Jaya–Sipangkur

13 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.