”Soal penggunaan anggaran, yang penting tidak fiktif, tidak ada mark-up, dan tidak melanggar undang-undang. Apa yang harus kita takutkan? Tinggal dikomunikasikan dengan Inspektorat dan aparat penegak hukum di daerah masing-masing,” tutur Fuaddi.
Fuaddi menyampaikan, melalui pendekatan dan komunikasi intensif tersebut, seluruh kekhawatiran pengurus daerah berhasil diselesaikan hingga seluruh kontingen mendaftar.
Pembukaan Porprov Dipindah ke Padang
Selain penuntasan pendaftaran peserta, Panitia Besar Porprov XVI juga menyepakati perubahan lokasi acara pembukaan yang semula direncanakan bertempat di Kabupaten Solok.
Menurut Fuaddi, upacara pembukaan kini dipastikan beralih ke Istana Gubernur Sumatera Barat di Kota Padang tanpa mengubah tanggal pelaksanaan.
”Kota Solok sudah mengirim surat resmi kepada Bapak Gubernur terkait penanganan bencana di daerahnya. Tidak mungkin kita menggelar perhelatan di tengah situasi seperti itu, sehingga pembukaan kita alihkan ke provinsi di Padang,” jelas Fuaddi.
Meskipun agenda pembukaan berpindah ke Kota Padang, Fuaddi memastikan kontingen Kota Solok tetap terdaftar dan berpartisipasi penuh dalam ajang kompetisi ini.
Sementara itu, penetapan lokasi pertandingan untuk setiap cabang olahraga (cabor) tetap mengacu pada skema tuan rumah yang telah dirancangkan sebelumnya.
Skema tersebut telah dimatangkan dalam rapat koordinasi bersama Pengurus Provinsi (Pengprov) cabor dan Technical Director (TD) masing-masing cabang olahraga.



















