Yudi menegaskan pentingnya kerja sama dari para wali murid agar tidak memarkirkan kendaraan hingga dua baris di jalan protokol. Karena itu, ia meminta pengelola sekolah untuk mengimbau para orang tua murid agar tidak parkir berlapis.
“Jika orang tua harus menunggu anak pulang sekolah, maksimal hanya satu baris agar arus lalu lintas tetap lancar,” ujar Yudi.
Yudi menyampaikan bahwa penertiban lapangan dijalankan secara kolaboratif antara pihaknya dan Satlantas Polresta Padang yang memegang kewenangan penegakan hukum di jalan raya. Ia menyebut bahwa kedua instansi mengambil langkah terpadu itu untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan mencegah kemacetan serupa terulang.
“Dishub Kota Padang dan Satlantas Polresta Padang berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara berkala di lokasi-lokasi rawan penumpukan kendaraan. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga ketertiban serta kenyamanan seluruh pengguna jalan di Kota Padang,” tutur Yudi.
Sebelumnya, sorotan terhadap kemacetan di depan SMPN 1 Padang ini mengemuka setelah unggahan video amatir oleh praktisi hukum sekaligus pemerhati publik, Miko Kamal. Video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @mikokamalofficial pada Selasa (13/10/2026) menunjukkan kondisi Jalan Jenderal Sudirman yang mendadak lumpuh pada Senin (12/10/2026) siang.
Miko Kamal mengecam keras tindakan para pemilik kendaraan yang memarkirkan mobil hingga dua baris di badan jalan protokol demi menjemput anak sekolah. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap Undang-Undang Lalu Lintas karena mengalihfungsikan badan jalan di luar kepentingan kelancaran transportasi umum.
Miko menyoroti bahwa mayoritas pemilik kendaraan yang parkir berjajar dua baris tersebut berasal dari kalangan masyarakat mampu. Ia menilai bahwa kelompok masyarakat berekonomi mapan semestinya dapat memberikan contoh dan teladan yang baik dalam kedisiplinan berlalu lintas di ruang publik.
Miko menambahkan bahwa perilaku parkir berlapis tersebut tidak hanya egois tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Menurutnya, selain menyulitkan pengendara yang melintas dan warga yang menyeberang, keberadaan mobil-mobil tersebut juga mengganggu operasional bus Trans Padang yang hendak berhenti di halte.



















