Menurutnya, kombinasi turunan curam, potensi kelebihan muatan, dan kesalahan penggunaan gigi transmisi dapat meningkatkan risiko kegagalan pengereman atau brake fade.
“Keberadaan run escape atau jalur penyelamatan darurat sudah sangat mendesak untuk segera dibangun di titik-titik krusial Sitinjau Lauik dan Panyalaian. Fasilitas ini berfungsi sebagai landasan penghenti kecepatan kendaraan saat rem gagal berfungsi, sehingga fatalitas kecelakaan dapat ditekan sebelum berdampak pada pengguna jalan lain,” ujar Harison saat diwawancarai pada Jumat (23/10/2026).
Ia mengakui, pembangunan jalur penyelamatan darurat membutuhkan perhitungan teknis yang presisi serta kajian kelayakan lahan. Namun, menurutnya, proses perencanaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menunda langkah pengamanan di lapangan.
“Secara historis, pembangunan jalur penyelamat memang memerlukan kajian kelayakan dan waktu pengerjaan yang tidak sebentar. Namun, melihat frekuensi kecelakaan yang terus berulang, langkah taktis ini harus dipercepat sebagai proteksi standar keselamatan lalu lintas,” lanjutnya.
Selain pembangunan run escape, Harison menilai percepatan proyek Flyover Sitinjau Lauik juga menjadi kebutuhan mendesak. Jalur tersebut merupakan bagian penting dari jaringan transportasi dan distribusi logistik yang menghubungkan Sumatera Barat dengan provinsi lain di Pulau Sumatra.
“Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditawar lagi. Jalur ini sudah terlalu banyak memakan korban jiwa akibat kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan berat,” tegas Harison.
Menurutnya, penataan geometri jalan melalui pembangunan flyover diharapkan dapat mengurangi tingkat kecuraman dan mengatasi tikungan berbahaya di kawasan Panorama. Dengan demikian, beban kerja sistem pengereman kendaraan berat dapat ditekan.
“Flyover Sitinjau Lauik beserta seluruh fasilitas pengaman pendukungnya bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi logistik vital. Kehadirannya akan memperlancar arus barang lintas provinsi sekaligus menyelamatkan nyawa para pengguna jalan,” tambah Harison.

















