Pencarian kemudian dilakukan ke warnet tempat Handika biasa bermain. Namun, Handika tidak ditemukan di lokasi tersebut.
Penjaga warnet kemudian menyebut Handika sebelumnya dijemput seorang teman menggunakan sepeda motor. Namun, penjaga tersebut tidak mengetahui ke mana keduanya pergi.
Keluarga lalu mendatangi rumah teman yang disebut menjemput Handika. Di lokasi, Supriyadi hanya bertemu dengan orang tua teman anaknya tersebut.
Orang tua teman Handika kemudian menghubungi anaknya melalui telepon. Awalnya, teman Handika disebut tidak mengakui telah menjemput remaja tersebut.
“Setelah didesak orang tuanya, akhirnya dia mengaku menjemput Handika. Tapi setelah itu telepon langsung dimatikan,” ujar Supriyadi.
Sejak saat itu, keluarga tidak lagi mendapatkan kabar mengenai keberadaan Handika maupun temannya.
Setelah pencarian berlangsung selama sekitar dua pekan, jasad yang ditemukan di Bukit Cangang akhirnya dikenali keluarga sebagai Handika.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian hingga Handika berada di kawasan Bukit Cangang serta penyebab kematiannya.






















