“Namun, dugaan tersebut belum dapat memastikan penyebab kematian maupun bagaimana korban bisa berada di kawasan tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian,” katanya.
Sebelumnya, Handika dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Rabu (23/9/2026) malam. Saat itu, ia pergi ke sebuah warnet yang biasa didatanginya untuk bermain game.
Ayah Handika, Supriyadi Andika (46), sebelumnya mengatakan anaknya pergi dari rumah dengan mengenakan sweter hitam dan tidak membawa barang apa pun.
Menurut Supriyadi, saat itu dirinya sedang bekerja di Payakumbuh. Sebelum pergi, Handika sempat terlihat oleh ibunya sedang makan dalam kondisi termenung.
“Ditanya sama ibunya kenapa, dia jawab tidak apa-apa,” kata Supriyadi saat diwawancarai, Minggu (4/10/2026).
Tidak lama setelah itu, bertepatan dengan azan Magrib, Handika pergi menuju warnet yang biasa didatanginya.
Supriyadi mengatakan Handika memang cukup sering menghabiskan waktu di warnet untuk bermain game. Namun, malam itu anaknya tidak kunjung pulang hingga larut malam.
Istri Supriyadi kemudian menghubunginya dan meminta agar segera pulang. Setelah tiba di rumah, Supriyadi bersama istrinya langsung mencari keberadaan Handika.






















