Bagi Zahra, kegagalan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Hasil pertandingan yang belum sesuai harapan justru menjadi dorongan untuk memperbaiki kemampuan dan meningkatkan intensitas latihan.
Apresiasi Dukungan Kampus, Bidik Pelatnas
Kesibukan menjalani latihan dan mengikuti kejuaraan tidak membuat Zahra mengabaikan pendidikannya. Selama kuliah di STIKES Indonesia, ia mengaku belum mengalami kesulitan akademik yang berarti.
Ia mengapresiasi dukungan dosen yang memberikan kemudahan dalam mengatur waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan. Dukungan teman-teman kampus juga membantunya menjalani aktivitas perkuliahan sekaligus memenuhi kewajiban sebagai atlet.
Ke depan, Zahra menargetkan medali emas PON dan kesempatan bergabung dengan tim nasional Indonesia melalui pelatnas. Target tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus meningkatkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Ia berharap prestasi yang diraihnya dapat memotivasi mahasiswa lain untuk mengembangkan kemampuan, baik di bidang akademik maupun nonakademik, sekaligus membawa nama baik kampus.
Di sisi lain, Zahra berharap memperoleh bantuan beasiswa untuk meringankan biaya pendidikan atau Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menurutnya, dukungan tersebut akan membantu dirinya menjalani perkuliahan sembari mempertahankan prestasi di bidang pencak silat.
Ia juga berharap STIKES Indonesia terus memberikan perhatian dan dukungan kepada mahasiswa berprestasi di bidang nonakademik agar mereka dapat berkembang dan meraih pencapaian yang lebih tinggi.




















