Muiz Ali juga menyayangkan wacana penyediaan fasilitas tersebut dilemparkan ke publik oleh pejabat negara. Menurutnya, seorang anggota DPR yang bertindak atas nama wakil rakyat semestinya menjaga etika komunikasi dan mempertimbangkan norma moral serta syariat yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, Muiz Ali menyarankan agar usulan tersebut tidak dilanjutkan dan menyarankan agar pernyataan yang telah telanjur disampaikan dapat ditarik kembali.
Muiz Ali menegaskan bahwa semestinya hal seperti itu sebaiknya tidak diungkapkan di ruang publik, terlebih oleh anggota DPR, yang notabene wakil rakyat. Ia menyarankan Willy untuk mencabut pernyataan tentang persetujuan untuk memasukkan alat bantu seksual ke lapas.





















