Kabarminang – Pemerintah Kota Padang mulai mendorong pengembangan kapasitas bidan ke arah yang lebih luas. Tidak hanya melalui pendidikan dan pelatihan di dalam negeri, peningkatan kompetensi tenaga kebidanan juga diarahkan membuka peluang pendidikan hingga ke luar negeri.
Gagasan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat membuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Pantai Carolina, Bungus Teluk Kabung, Minggu (4/10/2026).
Menurut Maigus, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi penting untuk mendorong Padang menjadi kota yang semakin pintar dan sehat. Karena itu, tenaga kesehatan perlu memiliki ruang yang cukup untuk terus memperbarui pengetahuan, keterampilan dan kompetensinya.
Ia bahkan membuka kemungkinan agar bidan di Kota Padang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri. Rencana tersebut, kata Maigus, saat ini mulai diarahkan melalui penjajakan kerja sama.
“Kalau bisa, bidan juga kita kirim sekolah ke luar negeri. Insyaallah, kerja samanya sekarang sedang dirancang,” ujar Maigus.
Bagi Maigus, pendidikan internasional bukan sekadar kesempatan memperoleh gelar atau pengalaman di luar negeri. Lebih dari itu, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan ketika kembali dan diterapkan di daerah.
Dorongan peningkatan kapasitas tersebut juga mencakup sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan profesi bidan. Maigus mengatakan persoalan kualitas, kapasitas, kesejahteraan hingga status bidan akan dibahas bersama Wali Kota Padang Fadly Amran.
Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan penguatan pelayanan kesehatan. Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, terutama dalam pelayanan yang berkaitan dengan ibu dan anak.
Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan yang aman dan berkualitas. Pemerintah kota juga membutuhkan keterlibatan organisasi profesi agar pengembangan tenaga kesehatan tidak berhenti pada program sesaat.
Di tingkat organisasi profesi, Ketua PC IBI Kota Padang Laila menyebut IBI Kota Padang saat ini memiliki sekitar 1.700 anggota. Jumlah tersebut menjadi modal penting dalam mendukung agenda peningkatan kualitas kesehatan di Kota Padang.
IBI Kota Padang terus mendorong anggotanya mengikuti pendidikan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Upaya tersebut diarahkan bukan semata untuk memenuhi tuntutan profesi, tetapi juga agar kemampuan tenaga bidan terus berkembang mengikuti kebutuhan pelayanan masyarakat.
Salah satu target yang tengah didorong adalah seluruh bidan yang menjalankan praktik mandiri di Kota Padang telah memiliki pendidikan profesi pada 2028. Target tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualifikasi ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dalam penguatan pelayanan kebidanan.
Semakin kuat kompetensi tenaga bidan, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh pelayanan yang profesional dan sesuai standar. Dalam konteks itu, pendidikan lanjutan menjadi investasi sumber daya manusia yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga oleh masyarakat yang menerima pelayanan.
Peringatan HUT ke-75 IBI akhirnya tidak hanya menjadi momentum organisasi, tetapi juga ruang untuk mempertemukan kebutuhan profesi dengan agenda pemerintah daerah dalam membangun layanan kesehatan. Penguatan kompetensi, pendidikan lanjutan dan kesejahteraan tenaga kesehatan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan di Kota Padang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Sri Kurniayati dan Camat Bungus Teluk Kabung Afridon.





















