Kabarminang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat, mengambil langkah khusus untuk mengantisipasi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi kualitas udara yang masih tidak sehat.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengatakan bahwa meskipun dalam tiga minggu terakhir tidak ditemukan titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi udara di wilayah tersebut masih perlu diwaspadai. Karena itu, pihaknya mengambil langkah khusus untuk mengantisipasi peningkatan kasus ISPA.
Annisa menyampaikan bahwa Pemkab Dharmasraya menyiapkan dua langkah utama, yakni pencegahan dan edukasi serta deteksi dini dan pengobatan.
Pada aspek pencegahan, pemerintah membagikan masker kepada masyarakat, terutama kelompok rentan, termasuk anak-anak di sekolah. Jajaran Pemkab Dharmasraya bersama fasilitas pelayanan kesehatan juga meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan meminimalkan paparan kabut asap.
Sementara itu, untuk deteksi dini dan pengobatan, Pemkab Dharmasraya meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan ISPA di rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, serta seluruh jaringannya.
Annisa mengatakan bahwa pemkab mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menggerakkan tenaga kesehatan untuk turun langsung ke rumah-rumah melakukan skrining awal, terutama terhadap masyarakat yang masuk kelompok rentan.
“Yang terpenting, kami juga memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis di puskesmas pembantu atau puskesmas terdekat bagi masyarakat yang terindikasi ISPA akibat kabut asap, khususnya warga Dharmasraya yang belum memiliki BPJS, sampai dengan 19 November,” katanya.
Annisa menerangkan bahwa pemkab
melakukan hal tersebut karena wilayah Dharmasraya cukup luas dan tidak memiliki rumah sakit swasta. Pihaknya juga meminta sejumlah dokter untuk berkantor di puskesmas pembantu agar pelayanan kesehatan lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
“Kita ingin memastikan gangguan pernapasan bisa dideteksi dan ditangani sedini mungkin, sebelum kondisinya menjadi lebih parah. Jangan menunggu sampai sakit bertambah berat untuk berobat,” ujar Annisa.
Annisa mengimbau masyarakat Dharmasraya tetap menggunakan masker hingga kualitas udara membaik dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Ia meminta masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Annisa turut mengapresiasi jajaran Pemkab Dharmasraya, pemerintah nagari, dan tenaga kesehatan yang terus memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Dharmasraya, pemerintah nagari dan tenaga kesehatan yang terus hadir dan bekerja melayani masyarakat di tengah kondisi ini. Semoga kualitas udara kita segera membaik dan Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan serta perlindungan kepada kita semua. Aamiin,” katanya.





















