Kabarminang – Banjir dan tanah longsor yang melanda sembilan nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Jumat-Sabtu (9-10/10/2026) berdampak pada 2 rumah hanyut, 4 tertimbun longsor, dan 16 rumah rusak berat. Peristiwa itu juga berdampak pada 4.240 jiwa.
Camat Ranah Ampek Hulu Tapan, Agnes Dheno Arnas, mengatakan, Nagari Kampung Tengah dan Nagari Kampung Sako merupakan daerah yang terdampak paling parah.
Bencana tersebut juga berdampak pada fasilitas pendidikan dan tempat ibadah. Satu bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus direlokasi, sedangkan empat rumah ibadah terdampak dan dipenuhi lumpur serta sisa material banjir.
“Data ini masih bersifat sementara dan berpotensi terus berkembang seiring penyisiran petugas yang masih berlangsung di lapangan,” katanya kepada Sumbarkita, Kamis (15/10/2026).
Ia mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik, termasuk beras cadangan pemerintah sebanyak lima kilogram per kepala keluarga (KK) kepada 1.372 KK.
Meski bantuan telah disalurkan, kebutuhan warga terdampak masih cukup besar. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi sembako, pakaian layak, peralatan sekolah, serta air bersih karena jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terputus akibat bencana.
“Sekarang untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bersih kita didukung Kementerian Pekerjaan Umum melalui tiga unit mobil tangki yang didistribusikan secara bergiliran,” tuturnya.
Ia berharap pemenuhan kebutuhan pokok, air bersih, dan fasilitas sekolah dapat terus mengalir secara konsisten selama masa tanggap darurat berlangsung.






















