Kabarminang – Seorang warga Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, Ahmad Dzaky Ramadhan (22), disebut keluarganya mengalami dugaan kekerasan selama bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal cumi Sinar Mestika. Menurut keluarganya, pria yang akrab disapa Dzaky itu mulai bekerja di kapal tersebut pada Juni 2026.
Hal itu sebelumnya disampaikan ibu Ahmad Dzaky Ramadhan, Dewi Safitri, kepada Sumbarkita pada Rabu (7/10/2026) melalui sambungan telepon. Sumbarkita juga memperoleh beberapa potongan video yang menunjukkan kondisi Dzaky dengan tubuh penuh luka memar. Dewi menyebut anaknya terlihat kurus dan meminta uang Rp5 juta agar bisa pulang ke kampung halamannya.
Video tersebut juga beredar di beberapa platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Beberapa hari setelah berita itu tayang dan video tersebut beredar, Dzaky membantah dugaan kekerasan itu terjadi di kapal KM Senar Mustika, tempatnya bekerja saat ini. Bantahan tersebut disampaikan melalui rekaman video yang dikirimkan keluarganya kepada Sumbarkita pada Selasa (13/10/2026).
Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya hendak berangkat ke Ambon menggunakan kapal lain. Namun, ia tidak merinci kapan keberangkatan itu berlangsung. Ia juga menyebut sempat terlibat perkelahian dengan pengurus kapal dan diminta uang Rp5 juta untuk menebus dirinya sebelum keberangkatan.
“Itu sebenarnya salah komunikasi antara kita sama keluarga kita. Kita punya masalah di kapal lain, bukan di kapal KM Senar Mustika. Kapal Senar Mustika tempat saya bekerja sekarang aman dan tidak ada masalah. Di KM Senar Mustika saya tidak pernah dipukul dan berkelahi di sini,” ujarnya.
Ia berharap video klarifikasinya yang beredar di Facebook dan media sosial lainnya dapat menjawab informasi yang telanjur beredar. Ia menyebut persoalan tersebut murni akibat miskomunikasi antara dirinya dan keluarga.
“Kita berharap setelah ini persoalan tersebut selesai. Murni miskomunikasi antara saya dan keluarga,” tuturnya.




















