Kabarminang – Sebagian pelajar di Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, harus berjalan kaki dan menempuh perjalanan laut untuk menempuh pendidikan di SMAN 1 Pagai Utara Selatan yang berada di Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap.
Perjalanan laut tersebut ditempuh menggunakan perahu dari Dermaga Poci menuju Berkat, dengan jarak sekitar satu kilometer. Perjalanan itu merupakan satu-satunya akses yang bisa digunakan para pelajar untuk pergi dan pulang sekolah.
Namun, nahas, pada Selasa (13/10/2026) sore, perjalanan yang mereka jalani setiap hari itu berubah menjadi petaka setelah perahu yang mengangkut puluhan pelajar terbalik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Salah seorang warga Sikakap Tengah, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, berinisial R (27), mengatakan, para pelajar tersebut berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB dan diantar oleh orang tua mereka. Ia menyebut, peristiwa serupa bukan pertama kali terjadi di daerah itu.
“Kejadian yang membahayakan pelajar sudah beberapa kali terjadi, terutama ketika kondisi cuaca memburuk,” katanya kepada Sumbarkita, Selasa (13/10/2026).
Ia melanjutkan, kejadian-kejadian sebelumnya belum membawa perubahan berarti terhadap fasilitas transportasi yang digunakan para pelajar. Ketika ditanya apakah setelah kejadian tersebut pernah ada evaluasi atau perbaikan fasilitas dari pemerintah setempat, R menyebut hal itu belum pernah dilakukan.
“Ketika naik perahu, anak-anak itu harus terbiasa dengan percikan air. Terkadang, pakaian maupun alat tulis mereka juga basah. Sebagian pelajar telah belajar menyiasatinya dengan membawa kantong plastik untuk membungkus tas, sementara sebagian lainnya memanfaatkan pelindung hujan yang tersedia pada tas mereka,” tuturnya.
Ia mengatakan, kondisi cuaca menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan warga karena berisiko menyebabkan perahu bocor hingga terbalik.




















