“Yang paling saya takutkan adalah keselamatan mereka, apalagi ketika ada gangguan, cuaca buruk tiba-tiba datang, atau kapal mengalami kebocoran,” ujarnya.
Ia menyebut, perahu yang sering digunakan para pelajar tersebut berkapasitas sekitar 25 penumpang. Namun, keterbatasan jumlah perahu untuk perjalanan pulang membuat jumlah penumpang terkadang melebihi kapasitas.
“Sebenarnya, keluhan terkait perahu yang mengangkut pelajar ini banyak, ditambah lagi perahu tersebut juga tidak menyediakan pelampung bagi penumpang,” katanya.
R melanjutkan, warga sebenarnya sudah berulang kali menyampaikan persoalan transportasi tersebut kepada pemerintah setempat. Namun, menurut keterangan yang mereka terima selama ini, usulan tersebut masih disebut akan diproses.
“Sudah berulang kali kami mengeluhkan hal ini kepada pemerintah. Katanya akan diproses, tapi sampai saat ini masih belum ada perubahan,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, tim Sumbarkita masih berupaya meminta keterangan lebih lanjut kepada berbagai pihak. Informasi selanjutnya akan disampaikan dalam pemberitaan berikutnya.




















