Kabarminang – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Barat menyoroti pembukaan tutupan hutan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Dingin, Kota Padang, yang dikaitkan dengan lahan milik mantan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, untuk pembangunan lapangan golf.
Direktur Eksekutif WALHI Sumbar, Tommy Adam, mengatakan temuan tersebut merupakan hasil kolaborasi investigasi WALHI Sumbar bersama Konsentris. Berdasarkan hasil investigasi itu, pembukaan lahan diduga terjadi di kawasan hulu DAS yang memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan air.
Tommy menjelaskan, DAS Air Dingin memiliki luas sekitar 17 ribu hektare. Bagian hulunya berbatasan langsung dengan Suaka Margasatwa Bukit Barisan.
“DAS Air Dingin membentang seluas 17 ribu hektare dengan bagian hulu berbatasan langsung dengan Suaka Margasatwa Bukit Barisan,” kata Tommy, Selasa (6/10/2026).
Menurut Tommy, berdasarkan pantauan yang dilakukan, tutupan hutan di lokasi tersebut masih rapat pada 2021. Pembukaan lahan mulai terlihat pada 2022, kemudian kondisinya semakin terbuka sepanjang 2024 hingga 2025.
Ia menegaskan, lokasi yang menjadi sorotan itu berada di zona lindung yang semestinya tidak digunakan untuk aktivitas komersial. Tommy juga menyebut kawasan tersebut sebelumnya pernah disegel oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan.
WALHI menilai kondisi itu menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pembukaan lahan, terutama di kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting.
“Aktivitas pembukaan hutan ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Kantor Polda Sumbar, sehingga ini merupakan kejahatan lingkungan yang terbuka di depan mata,” tegas Tommy.




















