WALHI memperingatkan, hilangnya vegetasi di hulu DAS Air Dingin berpotensi mengurangi kemampuan lahan menyerap air hujan. Kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko banjir bandang di permukiman warga bagian hilir serta memicu longsoran baru di sekitar area yang dibuka.
Fauzi Bahar Bantah Lahannya Berada di Hutan Lindung
Menanggapi sorotan WALHI, Fauzi Bahar membantah bahwa lahan miliknya di kawasan Air Dingin berada dalam kawasan hutan lindung. Ia menyatakan lahan tersebut memiliki sertifikat yang sah.
“Tanah saya yang di Air Dingin itu memiliki sertifikat yang sah, tidak berada di kawasan hutan lindung,” ujar Fauzi, Sabtu (10/10/2026).
Fauzi membenarkan bahwa lahan tersebut telah diolah hingga menjadi hamparan kosong. Namun, ia membantah jika aktivitas pengolahan lahannya dikaitkan dengan ancaman banjir maupun longsor di kawasan sekitar.
“Posisi lahannya juga tidak berada tepat di dekat sungai,” tegasnya.
WALHI dan Fauzi Bahar Sepakat Cek Koordinat
Untuk menguji perbedaan klaim tersebut, Fauzi mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Tommy Adam. Ia menyatakan kedua pihak akan melakukan pengecekan titik koordinat secara bersama-sama dengan melibatkan jurnalis di Kota Padang.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Tommy, kita cek langsung titik koordinat yang mereka punya, nanti akan diundang juga jurnalis di Kota Padang untuk bersama-sama mengecek lokasi yang menjadi sorotan Walhi. Kita lihat langsung lokasinya, ini untuk mencari kebenaran dan membuktikan tudingan Walhi itu benar atau tidak,” lanjut Fauzi.
Pengecekan lapangan itu dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/10/2026). Rombongan pers dan pihak terkait direncanakan berkumpul terlebih dahulu di Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat sebelum menuju lokasi.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memperjelas letak lahan yang dipersoalkan, kesesuaiannya dengan peta kawasan hutan, serta kondisi tutupan lahan di hulu DAS Air Dingin.




















