Kabarminang – Banjir merendam sembilan nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.183 kepala keluarga (KK) atau sekitar 4.240 jiwa terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Hendri Agustian, mengatakan ketinggian air di sejumlah lokasi mencapai 120 sentimeter.
“Ketinggian air mencapai 120 sentimeter dalam laporan sementara, tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Namun, dua rumah warga dan satu warung atau kafe dilaporkan hanyut,” tuturnya, Minggu (11/10).
Selain merendam permukiman, banjir juga memicu longsor yang memutus akses jalan nasional penghubung Tapan–Sungai Penuh. Longsor dilaporkan terjadi di tujuh titik di kawasan Sungai Gambir, Sako Tapan.
Akibatnya, Kampung Sako terisolasi dan mengalami pemadaman listrik. Kondisi tersebut menghambat mobilitas warga serta proses penanganan dampak bencana.
“Hingga saat ini untuk kondisi air sudah surut, namun untuk akses jalan masih terputus karena baru satu titik yang sedang dalam pengerjaan dengan bantuan dua alat berat,” tuturnya.
Sementara itu, jalan lintas di Nagari Talang Balarik dilaporkan mengalami kerusakan sepanjang sekitar 100 meter. Warga yang harus meninggalkan rumah untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga di nagari yang tidak terdampak banjir.
BPBD masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan dampak banjir. Angka yang dilaporkan saat ini bersifat sementara dan dapat berubah setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.






















