Sekolah, Kantor, dan Tempat Ibadah Terdampak
Banjir di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan juga berdampak pada fasilitas pendidikan, perkantoran, fasilitas umum, dan tempat ibadah.
Sebanyak 12 fasilitas pendidikan dilaporkan terdampak. Jumlah itu terdiri atas enam pendidikan anak usia dini (PAUD), tiga sekolah dasar (SD), dua sekolah menengah pertama (SMP), dan satu sekolah menengah kejuruan (SMK).
Selain itu, tujuh perkantoran dan fasilitas umum turut terdampak. Fasilitas tersebut meliputi satu kompleks kantor camat, dua kantor wali nagari, satu unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), satu fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), serta satu gedung serbaguna.
Empat masjid atau musala juga dilaporkan terdampak banjir. Kondisi tersebut membuat upaya pembersihan fasilitas umum menjadi salah satu kebutuhan dalam penanganan pascabencana.
Kampung Tengah Terdampak Paling Banyak
Berdasarkan data sementara BPBD, banjir berdampak pada sembilan dari total 10 nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Nagari Kampung Tengah mencatat jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 2.390 jiwa.
Berikut rincian jumlah warga terdampak berdasarkan laporan sementara per nagari:
– Nagari Sako: 243 jiwa.
– Nagari Limau Purut Tapan: 522 jiwa.
– Nagari Talang Balarik: 200 jiwa.
– Nagari Binjai: 647 jiwa.
– Nagari Kampung Tengah: 2.390 jiwa.
– Nagari TB Tinggi: 60 jiwa.
– Nagari Sungai Pinang: 28 jiwa.
– Nagari Kubu Tapan: 100 jiwa.
– Nagari Simpang Gunung Tapan: 50 jiwa.
Sementara itu, Nagari Talang Koto Pulai dilaporkan tidak terdampak banjir dalam pendataan sementara tersebut. Total warga terdampak dari sembilan nagari mencapai 4.240 jiwa.
Warga Membutuhkan Bahan Pangan dan Air Bersih
Hendri mengatakan warga terdampak banjir membutuhkan sejumlah bantuan mendesak. Kebutuhan tersebut meliputi beras, mi, telur, roti, makanan siap saji, air mineral, dan air bersih.
Selain bantuan pangan dan air bersih, mobil pemadam kebakaran juga dibutuhkan untuk membantu membersihkan sekolah dan kantor yang terdampak banjir.
Penanganan bencana masih berlanjut, terutama untuk membuka kembali akses jalan nasional yang terputus akibat longsor. Sementara itu, pendataan kerusakan dan kebutuhan warga akan disesuaikan dengan hasil verifikasi petugas di lapangan.






















