Kabarminang – Kota Padang, Sumatera Barat, kembali dilanda banjir besar pada Sabtu (10/10/2026). Bencana ini menambah panjang rentetan banjir yang menerjang ibu kota Sumatera Barat tersebut dalam kurun waktu kurang dari setahun, setelah banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 serta banjir besar pada awal Agustus 2026.
Banjir terbaru menerjang sejumlah kawasan di Kota Padang. Informasi sementara yang dihimpun hingga Sabtu malam menyebutkan sejumlah rumah warga dilaporkan hanyut. Genangan juga merendam permukiman, fasilitas umum, dan sejumlah kawasan perumahan, termasuk perumahan mewah.
Hingga Sabtu malam, belum tersedia data resmi terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengenai jumlah warga terdampak, rumah yang rusak, maupun total kerugian akibat banjir tersebut. Karena itu, skala dampak bencana kali ini masih menunggu pendataan lebih lanjut.
Rentetan bencana tersebut memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi Padang dalam melindungi masyarakat dan infrastruktur dari ancaman banjir. Dampaknya tidak hanya menyangkut keselamatan warga, tetapi juga kerusakan rumah, terganggunya aktivitas masyarakat, serta kerusakan sarana publik.
Banjir November 2025 Berdampak pada Puluhan Ribu Warga
Pada akhir November 2025, banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Berdasarkan data Pemerintah Kota Padang yang dipaparkan Wali Kota Fadly Amran, sebanyak 67.563 jiwa tercatat terdampak langsung akibat bencana tersebut.
Kerusakan paling dominan terjadi pada sektor permukiman. Sebanyak 5.523 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, terdiri atas 546 rumah rusak berat, 2.174 rumah rusak sedang, dan 2.949 rumah rusak ringan.
Bencana tersebut juga merusak infrastruktur publik. Pemerintah Kota Padang mencatat kerusakan pada 13 jembatan utama dan jalan sepanjang 74.327 meter. Selain itu, sebanyak 22 bendungan dan 56 jaringan irigasi turut terdampak, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan sektor pertanian.
Besarnya dampak bencana pada akhir 2025 menunjukkan bahwa banjir bukan hanya persoalan genangan sementara. Kerusakan permukiman dan infrastruktur dapat memperpanjang proses pemulihan warga serta membutuhkan sumber daya besar untuk perbaikan.
Banjir Agustus 2026 Rendam Ribuan Rumah
Belum genap setahun sejak bencana besar tersebut, banjir kembali melanda Kota Padang pada 3 Agustus 2026. Berdasarkan data BPBD Kota Padang hingga Jumat (7/8/2026), sebanyak 25.924 jiwa terdampak dan 6.618 rumah terendam.

















