Kabarminang – Kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, pada Rabu (10/9/2026) berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di wilayah tersebut mencapai 145.
Hal itu dilihat dalam poster yang diunggah pada Facebook Dinas Kominfo Dharmasraya. Dalam unggahan tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
Selain itu, masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, serta penderita penyakit ISPA dan jantung.
Pemkab Dharmasraya juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi, seperti buah dan sayuran, tidak membakar sampah maupun lahan karena aktivitas tersebut dapat memperburuk kondisi udara.
Selain mewaspadai kabut asap, masyarakat juga diminta mengantisipasi dampak cuaca panas ekstrem dan dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai sejumlah gejala akibat kondisi kualitas udara dan cuaca tersebut, antara lain sesak napas, batuk yang tidak kunjung sembuh, mata perih dan berair, pusing hebat, serta demam akibat dehidrasi.
Kemudian, jika mengalami gangguan kesehatan tersebut, Pemkab Dharmasraya mengimbau masyarakat segera mendapatkan pemeriksaan di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya, Suherman Junaidi, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan lagi hotspot di wilayah Kabupaten Dharmasraya sejak 23 September 2026 hingga saat ini.
Ia menyebut kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kabut asap yang dirasakan masyarakat saat ini diduga berasal dari paparan asap yang terbawa dari wilayah lain.
BPBD bersama sejumlah instansi terkait, lanjutnya, masih melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi kualitas udara serta kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Dharmasraya.






















