Kabarminang – Pemerintah Kota Padang menjajaki kerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi. Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas transaksi nontunai sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan pendapatan daerah.
Penjajakan tersebut berlangsung di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (20/10/2026). Pertemuan itu dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Senior Vice President (SVP) Institutional Group BRI Kantor Pusat Edi Setiawan, Regional Funding & Transaction Banking Head BRI Regional Office Padang Muhammad Nizar, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang Atos, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Padang Elvira.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, dukungan BRI diharapkan dapat menghadirkan sistem pembayaran yang lebih mudah, efisien, dan transparan bagi masyarakat. Digitalisasi tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah.
“Melalui kerja sama ini, kita berharap PAD Kota Padang semakin optimal, pembayaran semakin mudah bagi masyarakat, dan tata kelola pendapatan daerah semakin transparan. Upaya ini diharapkan turut mendukung pembangunan dan kemajuan Kota Padang,” ujar Fadly Amran.
Salah satu sektor yang menjadi sasaran digitalisasi adalah pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta berbagai retribusi dengan periode pembayaran harian, bulanan, dan tahunan. Selain itu, penjajakan kerja sama juga mencakup retribusi parkir, persampahan, dan sektor kuliner.
Untuk mendukung penerapan sistem tersebut, BRI menawarkan sejumlah instrumen pembayaran digital, seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), kartu BRIZZI, dan aplikasi BRImo. Instrumen ini diharapkan dapat memperluas penggunaan transaksi nontunai dalam berbagai layanan dan aktivitas ekonomi di Kota Padang.
Senior Vice President (SVP) Institutional Group BRI Kantor Pusat Edi Setiawan mengatakan, BRI siap mendukung Pemerintah Kota Padang melalui penguatan teknologi dan jaringan transaksi digital yang dimiliki perusahaan.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan solusi pembayaran yang dapat memudahkan masyarakat bertransaksi sekaligus membantu mengoptimalkan penerimaan PAD.
“Daerah saat ini menghadapi tantangan dalam optimalisasi penerimaan PAD, sehingga diperlukan solusi digital yang memudahkan transaksi kapan saja dan di mana saja. Melalui berbagai instrumen digital, BRI siap mendukung pemerintah daerah meningkatkan penerimaan PAD. Pada dasarnya, instrumen pembayaran yang sama dapat digunakan sesuai kebutuhan, lokasi, dan waktu penerapan. Selanjutnya, tim BRI di tingkat regional akan merumuskan solusi konkret sesuai kebutuhan Pemko Padang,” jelas Edi Setiawan.
Selain mendukung digitalisasi pembayaran, BRI juga menawarkan pendampingan bagi pelaku usaha kuliner lokal, terutama dalam pemenuhan sertifikasi halal dan penataan sanitasi. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu pengembangan sektor kuliner yang menjadi salah satu bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang mewujudkan kota gastronomi dunia.
Edi mengatakan, pihaknya akan membentuk tim untuk menyelaraskan kebutuhan pemerintah kota dengan layanan dan instrumen digital BRI. Tim tersebut nantinya merumuskan bentuk kerja sama yang dapat diterapkan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.
“Kami akan segera membentuk tim untuk menyelaraskan kebutuhan Pemko Padang dengan layanan dan instrumen digital BRI agar kerja sama dapat diwujudkan secara konkret sesuai prioritas pembangunan daerah. Kami berharap dukungan ini turut mendorong Padang menjadi kota gastronomi dunia,” pungkasnya.
Penjajakan ini menjadi langkah awal bagi kedua pihak untuk merumuskan bentuk implementasi kerja sama, khususnya dalam memperluas pembayaran digital pada sektor pajak dan retribusi. Adapun penerapan program serta kontribusinya terhadap peningkatan PAD akan bergantung pada tindak lanjut dan kesepakatan konkret antara Pemerintah Kota Padang dan BRI.






















