Kabarminang – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Martin Kustati, menghadiri upacara pembukaan Pendidikan Dasar Militer (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Pagaruyung Sumatera Barat (Sumbar) Angkatan XLIX Tahun 2026 di Taman Hutan Raya Muhammad Hatta, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari 29 perguruan tinggi di Sumatera Barat. Sebanyak delapan mahasiswa di antaranya berasal dari UIN Imam Bonjol Padang. Adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Letkol Laut (Purn.) Fauzi Bahar.
Dalam kesempatan itu, Martin menyampaikan pentingnya membangun tiga aspek dalam diri mahasiswa yang dirumuskan melalui konsep 3M, yakni Moral, Membudaya, dan Mumpuni.
Ia menyebut moral menjadi fondasi pribadi mahasiswa dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Menurutnya, moral yang kuat dapat menjadi benteng ketika mahasiswa menghadapi berbagai tantangan dan godaan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Pribadi yang mumpuni akan lahir bersama moral yang kuat. Saya yakin, ketika sudah sampai pada praktik di masyarakat dan menghadapi berbagai godaan, mahasiswa memiliki benteng yang kuat,” ujar Martin.
Selanjutnya, Membudaya dimaknai sebagai menjadikan nilai dan budaya sebagai pijakan dalam menjalankan pengabdian. Hal tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau, adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
“Membudaya sebagai pijakan pengabdian. Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Ini bukan hanya tentang pendidikan formal, tetapi perguruan tinggi juga mengingatkan bahwa lulusan kita nantinya akan menjadi contoh dan membawa nilai-nilai tersebut di tengah masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, aspek Mumpuni berkaitan dengan kesiapan mahasiswa untuk memiliki kapasitas, karakter, dan kemampuan yang memadai dalam menjalankan peran serta pengabdian di masyarakat.
Martin berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian Diksar dengan baik dan menjadikan proses tersebut sebagai bekal dalam membangun karakter serta pengabdian yang berkelanjutan.
“Semoga ananda menjadi pribadi yang mumpuni, memiliki karakter yang kuat dan pengabdian yang berkelanjutan. Selamat mengikuti rangkaian Diksar. Semoga ananda dapat menjadi pencetus Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemerintah Kota Padang, Hendrizal Azhar, menekankan pentingnya pembinaan generasi muda agar memiliki kemampuan bekerja sama, pendidikan yang baik, keberanian, kekuatan fisik, serta ketajaman berpikir.
“Kota Padang membutuhkan generasi muda yang mampu bekerja sama, memiliki pendidikan yang baik, berani tanpa SARA, kuat secara fisik, tajam dalam berpikir, dan nyata dalam pengabdiannya. Pengabdian harus dibuktikan melalui tindakan, bukan hanya kata-kata,” ujarnya.





















