Kabarminang – UIN Imam Bonjol Padang menggelar kegiatan Seribu Santri untuk Negeri melalui Expo Kemandirian Pesantren 2026 pada 29–30 Oktober 2026 di Gedung J, Kampus 3 UIN Imam Bonjol Padang.
Dilansir dari UINIB.ac.id, kegiatan yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Mencipta Inovasi, dan Mencerah Peradaban” tersebut menjadi wadah bagi pondok pesantren untuk memperkenalkan produk usaha, karya, inovasi, serta potensi yang dikembangkan di lingkungan masing-masing.
Expo tersebut merupakan kegiatan tahunan unggulan UIN Imam Bonjol Padang yang bertujuan mendorong kreativitas dan kemandirian pesantren sekaligus memperkuat kontribusi santri bagi masyarakat.
Selain pameran, kegiatan itu juga akan diisi dengan berbagai perlombaan di bidang keagamaan, seni, budaya, dan kreativitas santri.
Penyelenggaraan expo tersebut sejalan dengan arah pengembangan pesantren di Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan kelembagaan, perlindungan santri, tata kelola berbasis data, pengembangan dakwah, serta peningkatan kemandirian ekonomi.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola dan transformasi pesantren untuk mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang kuat dan bermartabat.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said, memaparkan lima agenda strategis dalam Program 100 Hari Direktorat Jenderal Pesantren. Agenda tersebut meliputi penataan kelembagaan, perlindungan santri, penguatan sistem data melalui Sistem Informasi Manajemen Pesantren (SIMTREN), pengembangan dakwah yang adaptif dan digital, serta penguatan kemandirian ekosistem dan ekonomi pesantren.
Pengembangan kemandirian ekonomi pesantren juga diarahkan melalui penguatan badan usaha milik pesantren (BUMP), pelatihan vokasi, dan pengembangan potensi usaha. Dalam konteks tersebut, ekspo menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan hasil usaha dan inovasi pesantren kepada masyarakat.
Selain itu, perguruan tinggi memiliki peran dalam mendukung pengembangan pesantren, antara lain melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan manajemen dan fasilitas, serta pengembangan program studi dan pusat studi pesantren sesuai karakteristik kampus dan wilayah.
Melalui kegiatan Seribu Santri untuk Negeri, UIN Imam Bonjol Padang mendorong kolaborasi antara pesantren, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat kemandirian serta pengembangan pesantren secara berkelanjutan.





















