Kabarminang – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Padang, Sumatera Barat, mengalami kenaikan, mulai dari beras premium, cabai merah, daging sapi, hingga daging ayam.
Berdasarkan pantauan Sumbarkita di Pasar Banda Buat pada Minggu (11/10/2026), harga beras premium tercatat Rp19.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp17.800 per kilogram. Kemudian, harga daging sapi mencapai Rp150.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp143.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam mencapai Rp45.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp38.000 per kilogram.
Kemudian, minyak goreng curah kini mencapai Rp17.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp16.200 per kilogram. Selanjutnya, cabai merah mencapai Rp75.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000 per kilogram. Kemudian, telur ayam mencapai Rp27.200 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp25.000 per kilogram. Adapun bawang merah mencapai Rp22.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp20.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang, Abdul (40), mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan pangan disebabkan keterbatasan pasokan dari petani, salah satunya cabai.
“Cabai mengalami kenaikan harga karena keterbatasan pasokan yang masuk dari petani,” tuturnya kepada Sumbarkita.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan (DPP) Kota Padang, Alfiadi, mengatakan sejumlah harga kebutuhan pokok masih mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Beberapa komoditas juga masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).
Menurut Alfiadi, kenaikan harga tersebut diduga berkaitan dengan tekanan inflasi pada kelompok makanan dan minuman. Ia menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat inflasi bulanan sebesar 0,60 persen pada September 2026. Sementara itu, kelompok makanan dan minuman mengalami inflasi sebesar 1,77 persen.
Ia menambahkan, perbedaan merek, kualitas, dan jalur distribusi dapat memengaruhi harga eceran. Ia melanjutkan, untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, Pemerintah Kota Padang melakukan sejumlah upaya pengendalian, yakni Gerakan Pangan Murah, pemantauan harga dan pasokan, penguatan cadangan pangan pemerintah daerah, serta kerja sama dengan daerah penghasil.




















