Kabarminang – Kapal Motor (KM) Jamcha 01 berbobot GT 30 berisi 10 orang bocor di sekitar perairan Pulau Malilimok, Desa Katurei, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026) pagi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian dari salah seorang yang berada di kapal itu pada pukul 08.30 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya bergerak menuju lokasi pukul 08.45 WIB dengan tujuh personel.
“Kapal itu merupakan kapal nelayan penangkap ikan yang berisi 10 orang,” tuturnya.
Hilton memaparkan, 10 orang di kapal itu terdiri dari nakhoda Eefifa Yudi (48), Kepala Kamar Mesin (KKM) Lingga (29), serta delapan anak buah kapal (ABK), yakni Dendi Candra (39), Rama Danani (39), Kairul (60), Armadoni (36), Adrianto (40), Gusrian (48), Randi (30), dan Anta Eka Putra (40).
“Saat ini seluruh korban masih berada di atas kapal dalam kondisi memprihatinkan karena air mulai masuk akibat kebocoran,” tuturnya.
Ia melanjutkan, untuk menunjang kelancaran operasi, Tim SAR Mentawai dilengkapi peralatan utama berupa armada D-Max 02, RIB 02, alat komunikasi, PLB, Starlink, albanav, serta peralatan medis dan evakuasi.
Hilton menyebutkan, perkiraan koordinat lokasi kapal berada sekitar 24 mil laut dari Dermaga Tuapejat.
Ia melanjutkan, kapal nelayan sepanjang 24 meter tersebut awalnya bertolak dari Pelabuhan Carocok Tarusan pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB untuk menangkap ikan. Kemudian, kapal itu tiba di kawasan perairan Kepulauan Mentawai pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, kapal mengalami kebocoran.


















