Kabarminang – Warga mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Pasokan yang dinilai terbatas membuat stok cepat habis, sehingga masyarakat terpaksa membeli bensin eceran dengan harga lebih mahal.
Seorang warga Kauman, Kecamatan Rao Selatan, Sardi (48), mengatakan stok Pertalite di SPBU 14.263.596 di Jalan Lintas Sumatera, Kauman, Nagari Tanjung Betung, kerap habis meski hari masih pagi.
“Saya mau mengisi bensin Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB, tetapi Pertalite sudah ludes padahal operasional baru berjalan sebentar,” kata Sardi kepada Sumbarkita, Jumat (9/10/2026).
Ia mempertanyakan jumlah pasokan Pertalite yang masuk setiap hari ke SPBU tersebut. Sardi juga menduga ada praktik pelangsiran BBM yang membuat masyarakat semakin sulit memperoleh bahan bakar bersubsidi itu.
“Saya pernah melihat langsung satu sampai dua unit minibus membawa beberapa jerigen di bagasi belakang saat mengisi Pertalite di lokasi,” ujarnya.
Menurut Sardi, kondisi tersebut merugikan warga yang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ketika stok di SPBU habis, masyarakat terpaksa membeli bensin eceran dengan harga lebih tinggi.
“Kami sangat dirugikan karena terpaksa membeli eceran dengan harga lebih tinggi akibat stok resmi selalu cepat habis,” tuturnya.
Keluhan serupa disampaikan seorang warga Tapus yang enggan disebutkan namanya. Saat mengantre di SPBU 14.263.596 Kauman, ia menyebut pasokan BBM bersubsidi ke wilayah tersebut terbatas sehingga warga harus datang lebih awal untuk menghindari kehabisan stok.




















