Kabarminang — Jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Kecamatan Rao, Pasaman, Sumatera Barat, dengan Kampung Batas, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, rusak parah dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pengamatan Kabarminang.com, kerusakan melanda hampir seluruh ruas jalan sepanjang kurang lebih 40 kilometer. Aspal hancur, bergelombang, dan banyak lubang.
Saat hujan turun, material tanah kuning dari pinggir jalan melimpah ke badan jalan karena tidak tersedianya saluran drainase atau got yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan permukaan jalan menjadi sangat licin dan mengurangi cengkeraman ban kendaraan.
Selain itu, semak belukar di sepanjang tepi jalan tumbuh liar hingga menutupi sebagian badan jalan dan menghalangi jarak pandang pengendara, terutama pada titik-titik tikungan tajam.
Ancaman keselamatan meningkat di beberapa lokasi, seperti kawasan Suah, Kecamatan Rao Selatan. Di sana jalan berbatasan langsung dengan jurang terjal dan aliran Sungai Batang Sumpu tanpa dilengkapi pagar pengaman.
Fasilitas pendukung keselamatan lainnya, seperti lampu penerangan jalan, juga tidak tersedia. Karena itu, lintasan di area perhutanan tersebut gelap gulita dan rawan tindak kejahatan pada malam hari.
Seorang pengguna jalan asal Kecamatan Mapat Tunggul, Pasaman, Syahri (53 tahun), mengatakan bahwa ia selalu waswas setiap kali melintasi ruas jalan lintas Sumatera tersebut.
”Kami merasa pemerintah daerah kurang memperhatikan kondisi jalan ini karena lokasinya yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten di Lubuk Sikaping,” kata Syahri kepada Sumbarkita pada Rabu (7/10/2026).



















