Kabarminang – Sebanyak tujuh bakal calon Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat periode 2027–2031 memaparkan visi, misi, dan program kerja dalam Rapat Senat Terbuka di Convention Hall Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, MA, Kampus UM Sumatera Barat, Padang, Selasa (6/10/2026).
Rapat tersebut digelar Senat UM Sumatera Barat bersama Panitia Penjaringan dan Penyaringan (PPP) Calon Rektor sebagai salah satu tahapan dalam proses pemilihan rektor untuk periode 2027–2031.
Ketua PPP Calon Rektor UM Sumatera Barat, Wedy Nasrul, mengatakan tahapan penjaringan dan penyaringan telah dilakukan hingga menghasilkan tujuh bakal calon rektor yang dinyatakan memenuhi persyaratan.
Menurutnya, penyampaian visi dan misi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan penilaian sebelum hasilnya dikirimkan kepada Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Muhammadiyah untuk mengikuti tahapan berikutnya.
“Terima kasih atas kepercayaannya, kami panitia bekerja secara maksimal dan tanpa keberpihakan. Akan ada tiga orang calon rektor yang akan ditetapkan Diktilitbang,” ujar Wedy.
Ketua Senat UM Sumatera Barat, Masril, mengatakan proses pemilihan rektor dilakukan setelah masa jabatan rektor sebelumnya berakhir. Senat kemudian membentuk PPP Calon Rektor untuk menjalankan seluruh tahapan penjaringan dan penyaringan.
Ia menjelaskan, panitia telah melakukan sosialisasi kepada seluruh dosen di lingkungan UM Sumatera Barat pada 10 hingga 30 September 2026. Setelah proses pendaftaran dan pemeriksaan persyaratan, ditetapkan tujuh bakal calon rektor.
Ketujuh bakal calon tersebut yakni Ahmad Lahmi, Dr., MA., S.Pd.I.; Firdaus, Dr., M.H.I.; Mahyudin Ritonga, Prof. Dr., MA., S.Pd.I.; Muhamad Reza, Dr., M.Si., S.Pt., CT.; Mursal, Dr., M.Ag.; Sri Wahyuni, Dr., M.Pd.I.; serta Sukmareni, Prof. Dr., S.H., M.H.
Dalam rapat terbuka tersebut, masing-masing bakal calon diberi kesempatan menyampaikan visi, misi, gagasan, arah kebijakan, serta program strategis yang akan dijalankan apabila terpilih memimpin UM Sumatera Barat untuk periode 2027–2031.
Pemaparan dilakukan dengan durasi maksimal 15 menit untuk masing-masing bakal calon. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan sesi pertanyaan yang dilakukan melalui pencabutan pertanyaan dan dijawab oleh masing-masing bakal calon.
Masril mengatakan tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat gagasan dan kapasitas para bakal calon dalam memimpin perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut.
“Dengan digelarnya Rapat Senat Terbuka ini, proses pemilihan Rektor UM Sumatera Barat periode 2027–2031 memasuki salah satu tahapan penting sebelum menuju proses selanjutnya. Rangkaian pemilihan rektor ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang memiliki kapasitas akademik, kepemimpinan, integritas, serta komitmen terhadap kemajuan UM Sumatera Barat,” katanya.
Ia menambahkan, rektor terpilih nantinya diharapkan mampu mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih UM Sumatera Barat sekaligus menghadirkan inovasi baru sesuai kebutuhan sivitas akademika dan perkembangan pendidikan tinggi.
Rapat Senat Terbuka tersebut turut dihadiri Rektor UM Sumatera Barat Dr. Riki Saputra, M.A., Wakil Rektor II Puguh Setiawan, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah, Ketua BPH UM Sumatera Barat Dr. Zaim Rais, serta jajaran Senat UM Sumatera Barat.
Selain itu, hadir Sekretaris Senat Dr. Vini Wela Septiana, jajaran PPP Calon Rektor, para dekan, ketua program studi, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan terkait.






















