Kabarminang — Polisi menangkap seorang pemuda di rumah orang tuanya di Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, pada Kamis (1/10/2026) pukul 19.00 WIB karena diduga mencabuli tetangganya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pesisir Selatan, Iptu Ai Am’ar Faradhyba, mengatakan bahwa pemuda tersebut berinisial RD (24 tahun), sedangkan korban berinisial VA (26 tahun). Ia menyebut bahwa korban yang saat itu masih mahasiswi tinggal di sana dengan kakak laki-lakinya, kakak iparnya, dan anak kakaknya.
“Korban dan RD bertetangga. Rumah mereka berjarak sekitar 200 meter,” ucap Ai Am’ar.
Ai Am’ar menceritakan bahwa dugaan pencabulan itu terjadi di rumah korban pada Jumat (18/4/2025) menjelang subuh. Saat itu korban tertidur dalam keadaan telanjang, hanya tersisa celana dalam. Korban tertidur saat hendak mandi setelah pulang dari Padang pada Kamis (17/4/2025) malam.
Pada pukul 04.30 WIB, kata Ai Am’ar, RD masuk ke kamar korban melalui pintu jendela dengan maksud untuk mencuri barang berharga di kamar tersebut. Ia ingin mencuri karena uangnya habis Rp1,5 juta akibat berjudi biliar di Kampung Sungai Pampan, Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie.
“Setibanya di dalam kamar korba, RD melihat lampu kamar menyala dan melihat korban tidur telentang dalam keadaan telanjang. Karena itu, timbul niat pemuda tersebut untuk menyetubuhi korban,” tutur Ai Am’ar.
Ai Am’ar mengatakan bahwa RD lalu duduk di sebelah kiri korban dan menanggalkan celana dalam korban. Korban tiba-tiba terbangun dan melihat RD di sampingnya. RD langsung menutup mulut korban dan meminta korban untuk diam, kemudian berusaha untuk membuka celana dalam korban. Namun, korban menarik celana dalamnya ke atas.
Untuk melawan RD, kata Ai Am’ar, korban berdiri dan memegang kedua tangan RD. Sementara itu, RD juga memegang kedua tangan korban. Kemudian, RD mendorong korban di atas tempat tidur. Pemuda itu kembali berusaha membuka celana dalam korban, sedangkan korban tetap berusaha mempertahankan celana dalamnya supaya tidak lepas. Saat tarik-menarik tersebut, korban berteriak sekuat-kuatnya untuk meminta pertolongan.




















