Kabarminang – Bank Nagari memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat melalui pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.
Kegiatan bertajuk Pelatihan dan Pemberdayaan UMKM Menuju UMKM Berdaya Saing dengan tema “Wujudkan UMKM Berkualitas, Berdaya Saing, dan Berjaya di Era Digital” tersebut digelar melalui kolaborasi Bank Nagari dengan Rangkiang Peduli Negeri.
Peserta kegiatan merupakan pelaku UMKM binaan Bank Nagari dari sejumlah kantor cabang. Pelatihan ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sekaligus memperluas jejaring dalam mengembangkan usaha.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek pengembangan UMKM, mulai dari pengelolaan usaha, akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital, pemasaran, pengembangan produk hingga penguatan kapasitas usaha.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua batch. Batch I diikuti nasabah UMKM dari Kantor Cabang Bukittinggi, Kantor Cabang Syariah Bukittinggi, Kantor Cabang Payakumbuh, Kantor Cabang Syariah Payakumbuh, dan Kantor Cabang Lubuk Basung.
Sementara Batch II diikuti UMKM dari Kantor Cabang Utama, Kantor Cabang Pasar Raya, Kantor Cabang Siteba, Kantor Cabang Syariah Padang, Kantor Cabang Lubuk Alung, dan Kantor Cabang Pariaman.
Tak Hanya melalui Pembiayaan
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Barat, Endrizal, mengapresiasi langkah Bank Nagari yang turut memperkuat kapasitas dan kompetensi pelaku UMKM melalui kegiatan pemberdayaan.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui dukungan permodalan. Pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan bisnis, terutama di tengah perubahan lingkungan usaha dan perkembangan teknologi digital.
“Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk menciptakan ekosistem UMKM yang semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya, ditulis Jumat (2/10/2026).
Sementara itu, Pemimpin Bank Nagari Cabang Pasar Raya, Hendri Gozari, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Nagari membangun hubungan yang lebih luas dengan pelaku UMKM.
Menurut Hendri, hubungan Bank Nagari dengan pelaku UMKM tidak semata-mata dalam konteks bank dan nasabah, tetapi diarahkan menjadi kemitraan yang dapat saling mendukung dalam pertumbuhan usaha.
“Bank Nagari tidak ingin hubungan dengan pelaku UMKM hanya sebatas hubungan antara bank dan nasabah. Kami ingin membangun kemitraan yang saling mendukung, sehingga UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga dapat berkembang dan naik kelas,” ujar Hendri.
Ia mengatakan peningkatan kapasitas menjadi penting karena pelaku UMKM menghadapi berbagai tantangan, mulai dari literasi digital, pemanfaatan marketplace, branding dan kemasan produk, legalitas usaha, pembayaran digital, pengelolaan keuangan hingga akses pembiayaan.
Melalui pelatihan tersebut, Bank Nagari berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan usaha masing-masing.
Dorong UMKM Naik Kelas
Hendri menambahkan, pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari peran Bank Nagari sebagai bank pembangunan daerah. Dukungan terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar usaha masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan.
UMKM dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, perkembangan ekonomi digital juga menuntut pelaku usaha untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi.
Bank Nagari berharap kegiatan tersebut mendorong lahirnya UMKM yang semakin tertib dalam mengelola usaha, kreatif mengembangkan produk, mampu memperluas pemasaran, serta siap memanfaatkan teknologi digital.
Kolaborasi dengan Rangkiang Peduli Negeri juga diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM di Sumatera Barat.
“Kami percaya bahwa UMKM yang kuat akan melahirkan ekonomi daerah yang kuat. Karena itu, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi UMKM untuk terus bertumbuh, berinovasi, beradaptasi dan meningkatkan daya saingnya,” tutup Hendri.




















