Kabarminang – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (2/10/2026) pagi. Pekatnya kabut membuat bentang Pegunungan Bukit Barisan yang biasanya terlihat dari sejumlah kawasan kota nyaris tak tampak.
Kondisi tersebut terlihat sejak pagi ketika jarak pandang di sejumlah kawasan Kota Padang tampak berkurang. Lapisan kabut berwarna putih keabu-abuan menyelimuti langit dan membuat pemandangan ke arah perbukitan di sisi timur kota menjadi samar.
Kemunculan kabut asap ini terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara di Kota Padang. Pemantauan kualitas udara secara real-time mencatat Air Quality Index (AQI) US berada di angka 179, yang masuk kategori Tidak Sehat.
Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 95 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan.
Kondisi udara buruk diprakirakan masih berlangsung hingga menjelang siang. Indeks kualitas udara diperkirakan berada di angka 173 pada pukul 08.00 WIB, kemudian 167 pada pukul 09.00 WIB, 161 pada pukul 10.00 WIB, dan 156 pada pukul 11.00 WIB.
Meski demikian, prakiraan kualitas udara menunjukkan adanya potensi perbaikan dalam beberapa hari mendatang. Indeks diperkirakan turun menjadi 112 pada Jumat, 98 pada Sabtu, dan 84 pada Minggu yang masuk kategori Sedang.
Peta sebaran polusi regional juga menunjukkan sejumlah wilayah di pesisir barat dan bagian tengah Sumatera Barat berada dalam kondisi udara yang kurang baik. Sebaran tersebut terlihat dari indikator berwarna merah dan jingga pada peta kualitas udara.
Kondisi itu dapat berkaitan dengan akumulasi polutan di atmosfer, termasuk kemungkinan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar yang terbawa angin.

















