Kabarminang – Nilai tukar rupiah kembali berada di atas level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 29 September 2026.
Berdasarkan data Google Finance yang terlihat pada pukul 13.22 WIB, pasangan mata uang USD/IDR berada di level Rp18.010 per dolar AS. Angka tersebut tercatat menguat tipis 0,06 persen atau Rp10,70 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.999,30.
Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah kembali melewati level psikologis Rp18.000 setelah sehari sebelumnya masih berada di bawah angka tersebut pada penutupan yang tercantum dalam data pasar.
Data historis USD/IDR juga menunjukkan tekanan terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan 28 September 2026, USD/IDR tercatat ditutup di sekitar Rp17.970, setelah bergerak pada rentang Rp17.885 hingga Rp18.057,2.
Sehari sebelumnya, Bloomberg Technoz mencatat rupiah melemah 0,46 persen ke Rp17.975 per dolar AS pada perdagangan Senin (28/9/2026), sementara transaksi NDF berada di sekitar Rp17.997. Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar keuangan domestik dan pasar obligasi global berada dalam tekanan.
Tekanan terhadap rupiah juga menjadi perhatian Bank Indonesia. Reuters melaporkan pada Selasa (29/9/2026) bahwa Bank Indonesia menyatakan tetap konsisten melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan setelah rupiah melemah ke level terendah sejak 4 Agustus.
Sementara itu, tekanan eksternal juga menjadi bagian dari dinamika nilai tukar dalam beberapa pekan terakhir. Reuters sebelumnya melaporkan kenaikan imbal hasil US Treasury dan penguatan dolar AS menjadi faktor yang menekan sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dengan posisi Rp18.010 per dolar AS pada data Google Finance yang terlihat siang ini, rupiah kembali berada di atas batas Rp18.000. Pergerakan berikutnya masih akan menjadi perhatian pasar, terutama karena nilai tukar bergerak dinamis mengikuti perkembangan pasar global dan domestik.





















