Kabarminang – Pengunggahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dan kontingen untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 masih jauh dari target. Hingga batas akhir perpanjangan pendaftaran, baru delapan daerah yang mengunggah dokumen SK ke dalam Sistem Informasi Porprov Sumbar (Sirimau).
Ketua Dewan Pengarah Porprov XVI Sumbar 2026 sekaligus Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, mengatakan data tersebut berdasarkan rekapitulasi Sirimau per Sabtu (26/9/2026) pukul 08.35 WIB.
Sebelumnya, panitia memperpanjang masa pendaftaran hingga Jumat (25/9/2026) pukul 23.59 WIB. Batas tersebut diperpanjang satu hari dari jadwal awal yang ditetapkan pada Kamis (24/9/2026).
“Data sistem menunjukkan baru delapan kontingen yang mengunggah berkas SK, sementara 11 kontingen lainnya sama sekali belum mengunggah dokumen tersebut,” ujar Septri.
Namun, dari delapan daerah yang telah mengunggah SK, penautan data atlet, pelatih, dan ofisial ke dalam dokumen tersebut masih belum optimal.
Kabupaten Sijunjung menjadi satu-satunya daerah yang telah menyelesaikan penautan seluruh personelnya. Daerah tersebut mengunggah dua berkas SK yang mencakup 404 atlet, 53 pelatih, dan 77 ofisial.
“Kabupaten Sijunjung menjadi satu-satunya kontingen yang sempurna dengan dua berkas SK, menautkan seluruh 404 atlet, 53 pelatih, dan 77 ofisial,” kata Septri.
Kabupaten Kepulauan Mentawai berada setelah Sijunjung dengan satu SK yang telah diunggah. Dari dokumen tersebut, sebanyak 288 dari 313 atlet, 28 dari 32 pelatih, serta 7 dari 14 ofisial telah tertaut.
Sementara itu, Kota Solok mengunggah satu SK dengan penautan 353 dari 539 atlet, 38 dari 79 pelatih, dan 17 dari 29 ofisial.
Kondisi berbeda terlihat pada Kota Padang. Meski telah mengunggah satu SK, baru 20 dari 1.061 atlet dan dua dari 85 ofisial yang tertaut. Sebanyak 137 pelatih belum tertaut ke dalam sistem.
“Kota Padang sudah mengunggah dokumen SK, namun proses verifikasi personel di dalam sistem masih sangat rendah,” tutur Septri.
Empat daerah lainnya yang telah mengunggah satu SK juga belum menautkan personel ke dalam sistem. Kabupaten Agam, misalnya, masih mencatat nol penautan untuk 381 atlet, 52 pelatih, dan 45 ofisial.
Hal serupa terjadi di Kabupaten Pasaman Barat. Sebanyak 448 atlet, 53 pelatih, dan 48 ofisial belum tertaut. Kota Bukittinggi juga mencatat nol penautan terhadap 536 atlet, 98 pelatih, dan 10 ofisial.
Kota Padang Panjang melengkapi daftar tersebut dengan 174 atlet, 25 pelatih, dan 19 ofisial yang belum tertaut ke SK.
Secara keseluruhan, dari delapan daerah tersebut terdapat sembilan SK yang telah diunggah. Namun, baru 1.065 dari 3.856 atlet, 119 dari 529 pelatih, serta 103 dari 327 ofisial yang telah resmi tertaut dalam sistem.
11 Daerah Belum Unggah SK
Septri mengatakan masih terdapat 11 kontingen yang belum mengunggah SK. Salah satunya Kabupaten Dharmasraya yang sudah terdaftar sebagai kontingen, tetapi belum mengunggah dokumen SK.
“Kami mencatat total ada 11 kontingen yang belum mengunggah SK, termasuk Kabupaten Dharmasraya yang sudah terdaftar tetapi belum mengunggah berkas,” jelas Septri.
Sementara 10 daerah lainnya belum mengunggah SK karena belum melakukan pendaftaran kontingen. Daerah tersebut yakni Kabupaten Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Pasaman, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, serta Kota Pariaman, Payakumbuh, dan Sawahlunto.
“Tiga kota lainnya yang berada di posisi serupa adalah Kota Pariaman, Payakumbuh, dan Sawahlunto. Keterlambatan pendaftaran 10 daerah ini berdampak langsung pada kekosongan data administrasi SK di dalam sistem Sirimau,” tuturnya.
Secara keseluruhan, Sirimau mencatat baru sembilan kontingen yang telah terdaftar resmi dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Kesembilan kontingen tersebut mendaftarkan 4.097 atlet dan 840 ofisial untuk mengikuti 53 cabang olahraga induk.
Pendaftaran nomor pertandingan tercatat mencapai 10.554 entri yang terbagi dalam 3.775 nomor pertandingan berbeda. Kota Padang menjadi kontingen dengan jumlah atlet terbanyak, yakni 1.061 atlet dan 222 ofisial pada 892 nomor pertandingan.
Berikutnya Kota Solok dengan 539 atlet, Kota Bukittinggi 536 atlet, Pasaman Barat 448 atlet, Sijunjung 404 atlet, Agam 381 atlet, Kepulauan Mentawai 313 atlet, Dharmasraya 241 atlet, dan Padang Panjang 174 atlet.
Septri meminta seluruh pengurus KONI daerah yang telah terdaftar segera menyelesaikan penautan data personel ke dalam SK resmi. Menurutnya, kejelasan status hukum peserta diperlukan untuk memastikan validitas kepesertaan sebelum Porprov XVI Sumbar 2026 digelar.
“Validitas data atlet dan pelatih sangat bergantung pada tautan SK ini, sehingga kami minta daerah segera menuntaskannya,” pungkas Septri.
Seebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menegaskan pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah disepakati. Ajang olahraga tingkat provinsi itu dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026.




















