Kabarminang – Ratusan masyarakat Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, mendatangi Mapolsek Guguak, Senin (21/9/2026).
Mereka datang secara berkonvoi menggunakan mobil pikap untuk mendampingi kerabat mereka yang memenuhi undangan klarifikasi dari kepolisian terkait laporan pengeroyokan.
Kedatangan warga tersebut berlangsung setelah kasus dugaan pengeroyokan yang dipicu polemik kepemilikan tanah menjadi perhatian publik dan beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah mobil pikap bak terbuka membawa warga menuju Mapolsek Guguak. Ratusan warga disebut berasal dari Nagari Simpang Kapuak.
Kerabat mereka yang didampingi tersebut sebelumnya dilaporkan terlibat dalam perkara dugaan pengeroyokan yang terjadi di Jorong Kubang Balambak, Nagari Simpang Kapuak.
Kasus tersebut berkaitan dengan perselisihan mengenai kepemilikan tanah yang kemudian berujung pada keributan dan dugaan pengeroyokan terhadap empat orang yang masih satu keluarga.
Peristiwa itu sebelumnya terekam dalam video dan beredar di media sosial pada Senin (14/9/2026). Informasi awal menyebutkan pengeroyokan terjadi pada Sabtu (12/9/2026).
Empat anggota keluarga dari Suku Picancang dilaporkan mengalami sejumlah luka setelah terlibat keributan dengan massa di lokasi tanah yang tengah diperselisihkan.
Kapolsek Guguak Iptu Hamrizal sebelumnya membenarkan adanya laporan dari korban terkait dugaan pengeroyokan tersebut.
“Iya, ada laporan dari korban. Kini masih didalami,” ujar Hamrizal kepada wartawan.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami perkara tersebut untuk mengetahui kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat.
Kedatangan ratusan warga ke Mapolsek Guguak pada Senin ini menjadi perhatian setelah video konvoi warga menggunakan mobil pikap beredar di media sosial.


















