Kabarminang – Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam terus bertambah. Hingga Jumat (28/11/2025) malam, sebanyak 40 jenazah telah ditemukan, sementara pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang masih terus berlangsung di berbagai lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan korban berasal dari empat kecamatan.
“Sebanyak 29 korban berasal dari Kecamatan Palembayan, Kecamatan Malalak 8. Korban meninggal di Kecamatan Tanjung Raya 2 orang dan Kecamatan Palupuah 1,” ujar Rahmat kepada Kabarminang.
Rahmat menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum merilis identitas lengkap seluruh korban, karena proses pencocokan dengan laporan warga hilang serta identifikasi jenazah masih berjalan.
“Saat ini kami masih melakukan pendataan dan identifikasi,” jelasnya.
Salareh Aia, Palembayan, Jadi Lokasi Terparah
Dari total 29 korban meninggal di Kecamatan Palembayan, sebanyak 25 korban berasal dari Nagari Salareh Aia, wilayah yang mengalami banjir bandang atau galodo paling parah.
Korban meninggal maupun luka-luka dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Koto Alam sebagai pusat penanganan awal.
Dari 25 korban tersebut, 17 telah berhasil diidentifikasi, masing-masing: Rika, Mawar, Manik, Ranti, Aisyah, Sinyur, Erik, Siaih, Siem, Agusri, Khaidir, Widya Ningsih, Nilla, Feby, Yen, dan Pelangi. Sementara delapan korban lainnya masih belum diketahui identitasnya.
Rahmat menegaskan bahwa proses pencarian korban hilang masih berlangsung intensif.
Diketahui, galodo menerjang kawasan Simpang Aia Tajun, Jorong Kampung Tangah, dan Kayupasak Nagari Salareh Aia pada Kamis (27/11/2025). Arus deras membawa material lumpur, kayu, dan batu, menghantam permukiman warga serta menghanyutkan rumah.















