Kabarminang – Jumlah korban bencana banjir bandang (galodo) dan tanah longsor di Sumatera Barat kembali bertambah. Data mutakhir Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumbar mencatat 88 warga meninggal dunia hingga Jumat malam.
BPBD Sumbar juga melaporkan 85 orang dinyatakan hilang, sementara 75.219 jiwa masih mengungsi. Total warga terdampak bencana kini mencapai 111.908 orang, dan 5 warga mengalami luka-luka.
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menegaskan bahwa data tersebut belum bersifat final.
“Data masih bersifat dinamis dan terus bergerak, sebab belum semua data terhimpun karena semua tim masih fokus penyelamatan, evakuasi, dan pencarian korban,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (29/11/2025).
Wilayah Terdampak Bertambah Menjadi 16 Daerah
Ilham menyebut cakupan wilayah terdampak juga meningkat. Dari sebelumnya 14 kabupaten/kota, kini 16 daerah tercatat terdampak bencana.
“Kini tercatat 16 kabupaten dan kota yang terdampak termasuk Payakumbuh dan Mentawai. Cuma daerah Sawahlunto, Sijunjung, dan Dharmasraya yang tidak terkena bencana,” jelasnya.
Agam Laporkan Kenaikan Korban
Data terbaru BPBD Kabupaten Agam pada Sabtu (29/11/2025) pukul 14.00 WIB mencatat 76 warga meninggal dunia dan 80 orang dinyatakan hilang. Angka ini merupakan pembaruan dari laporan sebelumnya dan terus bergerak seiring proses pencarian di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pendataan, pencarian, dan evakuasi korban masih berlangsung di seluruh wilayah terdampak. BPBD bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemulihan darurat.
Korban Tewas di Lapangan Melebihi 100 Orang
Meski BPBD Sumbar baru merilis 88 korban tewas, namun data yang dihimpun dari berbagai daerah menunjukkan jumlah korban meninggal yang ditemukan di lapangan telah melampaui 100 orang.
Data sementara yang diterima dari daerah meliputi:
- Kabupaten Agam: 76 korban meninggal
- Galodo Jembatan Kembar Padang Panjang: 25 korban meninggal
- Kota Padang: 8 korban meninggal
- Kabupaten Tanah Datar: 3 korban meninggal
- Kabupaten Pasaman Barat: 1 korban meninggal
Angka ini masih bersifat sementara dan dapat bertambah seiring proses verifikasi dan pencarian korban yang masih berlangsung.















