Kabarminang – Sebanyak 74 korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam telah ditemukan berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam pada Sabtu (29/11/2025) pukul 08.00 WIB. Puluhan lainnya masih dalam pencarian.
BPBD melaporkan bahwa hampir seluruh wilayah Agam terdampak bencana. Kecamatan Palembayan menjadi kawasan paling parah, dengan sejumlah nagari mencatat jumlah korban meninggal yang signifikan:
- Koto Alam: 27 orang
- Subarang: 17 orang
- Kampung Tangah Timur: 9 orang
- Kampung Tangah: 7 orang
Selain Palembayan, korban meninggal juga ditemukan di kecamatan lain, yakni:
- Malalak: 10 orang
- Tanjung Raya: 2 orang
- Matur: 1 orang
- Palupuh: 1 orang
78 Warga Masih Hilang
Hingga Sabtu pagi, BPBD Agam mencatat 78 orang masih dilaporkan hilang, mayoritas berasal dari wilayah Palembayan.
Rincian korban hilang sebagai berikut:
- Subarang Aia: 50 orang
- Kampung Tangah: 12 orang
- Kampung Tangah Timur: 4 orang
- Koto Alam: 3 orang
Korban hilang juga dilaporkan dari kecamatan lain:
- Malalak: 7 orang
- Tanjung Raya: 2 orang
Ribuan Warga Mengungsi
Ribuan warga saat ini masih mengungsi di berbagai titik di Kabupaten Agam. BPBD merinci jumlah pengungsi sebagai berikut:
- Tanjung Raya: 1.129 jiwa
- Tanjung Mutiara: 965 jiwa
- IV Koto: 778 jiwa
- Ampek Nagari: 600 jiwa
- Matur: 300 KK
- Palembayan: 167 jiwa
- Malalak: 135 KK
- Palupuh: 100 jiwa
- Baso: 30 jiwa
- Banuhampu: 10 jiwa
Pemerintah Kabupaten Agam memastikan seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan di lapangan. Upaya menjangkau titik-titik terdampak dilakukan agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pendataan, pencarian, dan penanganan korban masih berlangsung di seluruh wilayah terdampak.
















